ESSENTIAL PTR
Power-Mails.net

Your Money

200euromails.net

Cliks Here

 

Diposting oleh Unknown

Menengok Kembali Sejarah Kebangkitan Nasional

Mungkin Hari Kebangkitan Nasional bagi kita adalah hari di mana lahirnya bangsa Indonesia. Tetapi sebenarnya, sejarah kebangkitan dan perjuangan bangsa ini lebih panjang, berliku dan rinci lagi. Sejak 1602, negeri ini di bawah penjajahan Belanda. Perlawanan fisik bangsa ini tidak kunjung berhasil mematahkan Belanda. Sampai 100 tahun yang lalu, muncul gagasan baru dibenak seorang dokter bernama Wahidin Sudirohusodo. Meski beliau merupakan didikan dari Belanda, namun visinya tak sama dengan pemerintah Belanda. Dokter Wahidin punya visi besar yaitu visi untuk memajukan bangsa lewat jalan yang sama sekali berbeda yaitu dengan melalui Pergerakan pemuda terpelajar.

Ide yang beliau bawa untuk para pemuda mahasiswa sekolah kedokteran Stovia di Batavia itu yang lalu mereka sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi bernama “Budi Utomo”. Setelah mendirikan Budi Utomo, langkah selanjutnya yang diambil para pemuda mahasiswa Stovia adalah mengadakan kongres pada 1908 di tempat yang sekarang menjadi Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Yogyakarta. Yogyakarta menjadi kota pilihan karena latar belakang Kota Yogyakarta yang priyayi, serta para pengurus dan anggota yang banyak mendapat dukungan keraton. Namun justru keterikatan tradisional macam inilah yang belakangan dianggap membuat Budi Utomo terlalu konservatif. Apapun kontroversi yang berkembang, harus diakui Budi Utomo berjasa memberikan inspirasi para pemuda saat itu untuk bangkit.

Kelompok pemuda yang lebih progresif sebagian keluar tapi sebagian lalu mendirikan bagian khusus kepemudaan yang disebut “Trikoro Dharmo”. Dan dari situlah kemudian berdiri Jong Java. Dalam perkembangan berikutnya lalu berdiri Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Batak dan lain-lian. Semangat kepemudaan itulah yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia.

Walaupun awalnya terpisah, perjalanan sejarah lalu menunjukkan pemuda Indonesia bersatu. Sementara di jalur politik pun muncul partai politik pertama negara ini “Indische Partij” di antaranya atas prakarsa Cipto Mangunkusumo salah satu pendiri Budi Utomo.

Selain itu Indonesia yang sebagai penganut agama Islam terbesar di dunia sepertinya semakin kebingungan dan merasa tidak percaya diri untuk menunjukkan eksistensinya sebagai kelompok mayoritas. Tanpa kita sadari ternyata budaya “kesadaran naïf” yang ditawarkan oleh barat dengan paradigma hedonisme telah membelenggu kehidupan kita. Apakah kita lupa bahwa pada masa lalu peranan umat Islam untuk membebaskan Indonesia dari belenggu kolonialisme dan imperialisme barat sangatlah besar, pelopor kebangkitan nasional adalah umat Islam. Salah satu tokohnya ialah H.O.S Cokroaminoto dengan Sarekat Islamnya yang pada tahun 1916 di Bandung pada saat kongres Nasional Central Sarekat Islam tersebut, HOS Cokroaminoto memperkenalkan paradigma nasionalisme untuk membela dan membangun Nusantara. Selain itu, beliau mendeklarasikan Pemerintahan sendiri untuk bangsa Indonesia dan tidak mengakui nama Hindia Belanda yang diberikan oleh Belanda untuk nusantara. Sebagai bangsa timur, beliau lebih bangga menyebut Indonesia dengan ‘Hindia Timur’ “Mungkin generasi muda selama ini hanya tahu kebangkitan nasional yang selalu di peringati setiap tanggal 20 Mei dipelopori oleh gerakan Boedi Oetomo”

This entry was posted on 03.34 . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 komentar